Minggu, September 20, 2009

Why He is Richer than me?



"Tuhan kenapa sih dia kok dah keren, kaya lagi...sementara aku kok seperti ini...TUHAN ga adil!" familiar ama frase diatas? yup, kadang kita suka ngerasa iri hati sama orang yang kelihatannya diberkati TUHANluar biasa. Umumnya sama orang yang lebih menarik dan tentunya lebih kaya daripada kita. Bener ga sih Tuhan ga adil sama kita? bener ga sih kalo TUHAN ga sayang ama kita?

Well, sebenernya TUHAN sayang ama kita, cuma kita kadang ga mau ngerti cara TUHAN menyayangi kita. TUHAN yang menciptakan kita, sudah barang tentu ia sangat memahami karakter kita. Saya dulu kerap iri hati sama orang lain yang lebih ganteng dan kaya. Hidup mereka sepertinya beruntung banget. Saya juga kerap memimpikan punya mobil sendiri,tabungan yang banyak, jadi anak gaul yang hang out dimana-mana. But setelah dipikir-pikir, apa iya kalau saya memiliki semua itu, saya masih akan menjadi saya yang saat ini?

Dengan segala fasilitas diatas, bukan tidak mungkin saya menjadi seorang bajingan [sorry kalau rada kasar], mungkin saya end-up with drugs, free sex, gonta-ganti pasangan, jarang gereja dan sebagainya. Kenapa saya bisa berpikir demikian? karena saya mengetahui siapa diri saya, dan apa yang mungkin terjadi dengan diri saya jika semua fasilitas itu saya miliki. [terutama saat saya masih sangat muda -around 18-23]. TUHAN pasti lebih tahu dari saya, dan karena sayangnya DIA kepada saya, DIA menunda dulu semuanya itu sampai saya siap. Kapan? itu urusan TUHAN bukan urusan saya. Bahkan jika saya tidak menjadi kayapun seperti impian saya, itu urusan TUHAN bukan urusan saya. Karena mungkin, dengan hidup sederhana, saya akan terus bergantung sama TUHAN bukan dengan kemampuan sendiri.

See...TUHAN sayang sama kita, dan DIA sangat memahami kita. Jika kita ngerasa kok mereka lebih bla..bla..bla dari kita, ya kita lihat diri kita sendiri, jika dalam posisi mereka [the rich and the young], kita masih akan menjadi seperti kita saat ini?[yang senantiasa menyerahkan hidup kita kepada TUHAN], bahkan jika kita yakin kita bisapun, TUHAN lebih tahu dan yang pasti TUHAN sangat sayang kepada kita sehingga Ia tidak mau kehilangan kita ataupun melihat kita tersesat. En jangan lupa, kekayaan dibumi hanyalah bonus jika kita terlebih dahulu mencari kerajaan Allah.

Jadi janganlah iri hati kepada mereka yang berlebih, bahkan mungkin terlihat sangat sempurna. Karena kita tahu, TUHAN begitu menyayangi kita, sehingga IA menjaga kita dengan demikian baik. Bapa yang baik adalah bapa yang tahu apa yang terbaik bagi anaknya, bukan bapa yang senantiasa memanjakan anak-anaknya. Saya bukan mau sok-sokan but it's just something on my mind that I wanna share. Be Blessed

Impossible is nothing!


"BUG" sebuah pukulan keras menerpa rahang seorang petinju terkenal, dan ia terjatuh. Satu...dua...sampai hitungan ke 10 ia tak mampu bangkit. Dunia terkejut. Pada bulan februari 1990, bertempat di Tokyo Dome, Jepang. Sebuah kejutan besar terjadi. Mike "Iron" Tyson dipukul KO oleh James "Buster" Douglas. Pada saat itu banyak orang berpikir, mustahil ada yang bisa memukul KO Tyson, apalagi yang melakukan hal itu Douglas. But Impossible is nothing! Banyak orang berpikir sesuatu hal itu sulit untuk dilakukan, but some of the sportplay show us exactly the opposite. What are they adn what can we take as a lesson from them? check this out!

May 25, 2005 : UEFA CHAMPIONS LEAGUE FINAL LIVERPOOL v AC MILAN

Milan maju ke final sebagai unggulan, dan mereka menunjukkan hal tersebut dengan mendominasi sepanjang babak pertama. Sebuah dominasi yang dibuktikan di papan skor yang menunjukan keunggulan Milan 3 gol tanpa balas atas Liverpool. Bahkan banyak yang bilang yang perlu dilakukan Liverpool sekarang adalah bagaimana mereka tidak kebobolan lebih banyak lagi.

Situasi saat itu mustahil untuk Liverpool bisa membalikkan keadaan, but it happened. Entah dapat kekuatan dari mana, Liverpool bermain sangat brilian sepanjang babak ke dua, bahkan mereka mampu menyamakan kedudukan 3-3 dalam tempo waktu enam menit saja.

Di akhir pertandingan, terpaksa dilakukan perpanjangan waktu dan penalty shoot out. Liverpool menang 3-2 atas Milan di babak penalti. Sebuah peristiwa yang kerap di kenang sebagai "Miracle of Istanbul".



CORALESvCASTILO I





















the most memorable fight in 2005 by the late Diego "chico"Corales.

Pada saat itu memasuki ronde ke 10. Jose Luis Castillo yang sedang diatas angin, berhasil memukul jatuh Corales dua kali pada ronde tersebut, en based by the rules, one more knock down and Corales is out! tetapi keajaiban terjadi, bukannya menyerah kalah, Corales justru menghujani Castilo dengan pukulan bertubi-tubi yang membuat wasit tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan pertandingan di ronde ke 10 untuk kemenangan Corales! It was so shocking! ga ada sejarahnya seorang petinju yang terpukul jatuh dua kali di ronde yang sama melakukan comeback brillian dengan menang KO di ronde yang sama.

Okay, sebenernya masih ada beberapa ilustrasi lagi, seperti sebuah Tim Bisbol yang mampu menang setelah tertinggal 3-0 dalam best of seven series [tim yang memenangkan empat partai keluar sebagai pemenang], dimana dalam sejarah tidak ada yang mampu menang setelah tertinggal 0-3. Juga apa yang dilakukan oleh Valentino Rossi dalam sebuah perlombaan motoGP, dimana ia kena penalti 10 detik [yang berarti, bahkan bila ia juara namun keunggulannya kurang dari 10 detik, maka gelarnya menjadi milik runner upnya] berhasil memenangkan lomba dengan keunggulan kurang lebih 14 detik!

Apa sih yang bisa kita pelajarin? Well the bible teach us to believe there is nothing impossible if we are with GOD, namun kita sering ragu. Dari ilustrasi di atas, kuncinya cuma satu, JANGAN MENYERAH! TUHAN pasti buka jalan, bahkan waktu kelihatannya tiada jalan. Ilustrasi diatas mengajarkan pada kita bahwa kemustahilan itu bisa kita tiadakan asal kita mau berusaha. So keep in faith to the KING and be blessed.





Jumat, September 11, 2009

THANK YOU by Disciples



CHORUS:
KESELAMATAN, KEDAMAIAN, KEPASTIAN KAN MASA DEPAN
FOR MY FAMILY, FOR MY EVERYTHING, I THANK YOU (THANK YOU 3X)

1ST VERSE:
TERSENTAK KU SAAT BANGUN MENYADARI
GELAP MALAM TELAH DIGANTI TERANG MENTARI
ADA KESEGARAN YANG TAK TERKATAKAN
DAMAI SEJATI KURASAKAN

YOU PROVIDED ME WITH THE AIR I BREATHE
AND YOU GIVE ME STRENGTH TO STAND ON MY FEET
KU BERLARI-LARI MENCOBA KU CARI CARI
AND FINALLY I SAY, TRIMA KASIH

KURASAKAN HARIKU SAAT INI BEGITU INDAH
SAAT KUBUKA MATA DAN MULAI BERDOA
TERIMAKASIH ATAS SEMUA YANG KAU BERIKAN
INILAH SYUKUR YANG AKU BANGGAKAN

DAN KUINGIN KAU TAHU
DAN KUPUJI NAMAMU
DENGAN SEGENAP HATIKU
HIDUPKU HANYA BAGIMU


2ND VERSE:

TAK HANYA HAL YANG INDAH DI DALAM HIDUP
TAK HANYA MANISNYA MADU YANG BISA KUHIRUP
SEGENAP HAL YANG JATUHKAN DAN RUGIKAN
JALAN BERBATUPUN TAK KUPUSINGKAN

KERASNYA DUNIA KADANG BUAT KITA LEMAH
PROBLEMA, PERISTIWA DATANG MELANDA
TAPI SEMUA PASTI AKAN BERLALU
KARENA KUPERCAYA

DIA SELALU MENYERTAIKU DI SETIAP LANGKAHKU
PENGHIBURAN BAGI RATAPKU
KETENANGAN DALAM NAMAMU
KU KAN MAN BERSAMAMU

NOT ONLY IN GOOD TIMES, ALSO IN THE BAD TIMES
GOD IS GOOD, YUP, ALL THE TIME
NUMERO UNO, NOMOR SATU SANG MESIAS
I THANK YOU SO, MUCHAS GRACIAS

I like this song, and almost everysong in Disciples's album "Switch". Especially their lyrics...

Rabu, September 09, 2009

the reason Why?





My former youth team are going to perform this week, just as the new youth leader was selected to replace me [well, actually I chose him to replace me, not the ministry]. Most of the member always wanting to perform. Singing, Choir, drama, or even a slapstick comedy maybe, dunno. So they got their chance now. There's nothing wrong with performing, but only and only if the reason is good.

The reason they perform is so the people notice that Yeshudas Ministry have their own youth. That's good. But is it all that the reason? Dunno wanna judge them, but I wonder their main reason, coz for me, we don't have to show off in front of other people, on the stage, to show them that Youth are exist. Maksud saya adalah, apakah tampil didepan lebih penting dari apa yang kita lakukan dibelakang. Selama saya memimpin Youth, saya kurang menyukai ide untuk tampil di depan. For many reason, such as, apakah kita bisa ngasih yang terbaik? Karena kita tampil untuk Tuhan bukan untuk manusia.

Salah satu dari mereka juga pernah mengusulkan agar, jika Youth mau dikenal atau biar anak-anaknya terbeban untuk serius dipelayanan, bagaimana jika pengurus Youth di tahbiskan didepan. I'm not quite agree with that also, coz what if sudah ditahbiskan tetapi kehidupannya masih kacau? en orang ngelihat trus bilang, loh bukannya dia Youthnya Yeshudas ya? karena buat saya pribadi, pelayanan bukan hanya disaat dua jam kebaktian, tetapi seluruh hidup kita harus jadi kesaksian. Beside, learning from the past, when 3 of our first member, didn't serve like they should serve bahkan setelah mereka ditahbiskan.

Sekali lagi, ini mungkin idealisme pribadi, but what inside is more important than what do the people see outside. Kalo kita udah bener [pelayanan dan sebagainya], orang pasti akan mendesak anaknya untuk datang ke Youth. Seperti yang pernah saya sampaikan di ibadah youth bersama BD, kalo kita mengalami perubahan dari sosok Geraldi yang bandel jadi geraldi yang lebih baik, pasti orang akan bertanya kenapa? mereka akan menemukan jawabannya bahwa Geraldi berubah karena geraldi ikut Youth Yeshudas.

Masalah dikenal, masalah gampang. Jika Yeshudas kerap kali mengumumkan bahwa youth akan ibadah atau youth akan melakukan kegiatan A,B,ato C, pasti orang juga akan tau bahwa Yeshudas punya Youth. En masalah nambahin jemaat, kalo orang melihat perubahan sikap karakter, dan kehidupan kita sehari hari, cepat atau lambat orang pasti akan ikut Youth.

But the most important thing is, like I said earlier, tampil dalam rangka apa? en jangan lupa kasih ke Tuhan yang terbaik. Saya mendukung youth Yeshudas dalam segala hal, karena bagaimanapun juga saya pernah jadi bagian dari mereka dan bahkan mungkin masih [mengingat saya ditunjuk menjadi Pembina Youth], I just hope they doing the right thing with the right reason, bukan hanya sekedar biar kelihatan eksis. Gerald OUT...GBU all

Jumat, September 04, 2009

FEAR of death?



Disebuah ibadah, seorang pendeta bertanya kepada Jemaatnya, "Siapa yang mau masuk surga?" serentak semua jemaat angkat tangan. Melihat antusiasme jemaatnya, maka sang pendeta bertanya kembali "Siapa yang mau mati?" Tidak ada yang mengangkat tangannya.

Yup, everybody wants to go to heaven but they fear death! Sebenernya yang perlu ditakuti dari kematian itu adalah ketidaktahuan kita, bukan hal lainnya. Kalo kita yakin, kita akan masuk surga, kenapa harus takut?

Jika kita sedang kuliah diluar kota atau luar negeri, maka jika kita mempunyai kesempatan untuk pulang ke rumah, pasti kita akan senang. Atau mungkin lebih simplenya, jika kita bekerja diluar negeri atau luar kota, pasti kita akan menunggu panggilan dari kantor pusat, untuk kembali ke kota asal kita. Alkitab berkata bahwa Tuhan Yesus sedang menyiapkan tempat untuk kita dirumah Bapa. Atau seringkali jika kita mendengar khotbah pada saat ibadah penghiburan, maka akan disebut pulang ke rumah Bapa. So, why we are so afraid when time to go home finally come?

Jawabannya adalah, jika kita tidak melakukan perintah Tuhan dengan baik. Andaikata kita dikirim keluar kota untuk kuliah tetapi kita malah bolos dan senang-senang, maka kita akan takut untuk pulang, takut dimarahi oleh orang tua kita. Atau jika kita ditugaskan keluar kota, dan ternyata kita gagal melaksanakan tugas dengan baik, tentu kita akan cemas saat akan dipanggil pulang. So is our life, kalo kita hidup benar dimata Tuhan, surga adalah tujuan kita pulang. Dimana Bapa akan menunggu kita dengan tangan terbuka. But if our life jauh dari Tuhan, ya pastilah kita takut, karena kita ga yakin bakal masuk surga.

Well, saya bukan mau ngajarin bunh diri massal atau bagaimana, coz suicide won't lead you to heaven. Tetapi, berbuatlah baik senantiasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Sayakan rajin gereja, pasti masuk surga! guess what? ibadah bukan hanya 2 jam kebaktian, tetapi seluruh hidup kita harus jadi kesaksian.

If we do that, there's no reason to fear death, coz we all know where we headed! GBU

Rabu, September 02, 2009

Heroes/Villains



Judul diatas sbenernya adalah judul dari serial saga Heroes season ke 3, dimana tema season itu adalah Villains. Yang paling menarik dari season 3 volume 3 ini [Villains] adalah sosok Sylar atau Gabriel Gray.

Diawal seri ini dijelaskan bahwa Sylar adalah sosok pembunuh berantai, yang mencari sosok dengan kemampuan spesial [well, seri heroes memang menceritakan tentang para sosok special itu], membunuhnya dan mengambil kemampuan special yang dimiliki orang yang dibunuhnya. Namun saat ia diberitahu bahwa ia adalah anak kandung dari keluarga Petrelli [protagonis utama seri tersebut], dan bahwa ia tidaklah jahat hanya salah ditangani, Sylar perlahan menunjukan perubahan sikap. Ia menyakini bahwa, ia bisa berubah menjadi baik. Namun tidak dengan orang-orang yang pernah berurusan dengannya. Noah Bennet [salah satu tokoh di seri itu] tidak ingin memberikan kesempatan kepada Sylar untuk berubah menjadi baik, bahkan pada akhirnya ia menunjukan kepada Sylar, bahwa sebenarnya ia [Sylar] hanya di gunakan oleh keluarga Petrelli, dan bahwa mereka bukanlah orang tua kandungnya. Singkat cerita, Sylar pada akhirnya memutuskan bahwa menjadi jahat adalah yang terbaik untuk dirinya.

Dari seri itu kita bisa mempelajari sesuatu. Bahwa seringkali, kita lebih suka tidak memberikan kesempatan kepada orang untuk berubah, atau menebus kesalahannya. Kita lebih suka menganggap mereka sebagai si Jahat, no matter how hard they tried to change. En sikap seperti itulah yang membuat orang-orang seperti Sylar kembali berbuat jahat, karena perbuatan baik mereka tidak di anggap baik.

Dikisahkan dalam seri tersebut, bahwa dimasa depan [alternate future] Sylar menjadi the good guy, tetapi kenyataannya, masa depan tersebut tidak menjadi kenyataan. Karena Sylar kembali menjadi jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk mengampuni. Kita juga perlu memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berubah, terutama dengan hati yang tulus. Why? simple aja, karena Kristus juga memberikan kesempatan yang sama kepada kita untuk berubah, meskipun kita kerap mengulangi kesalahan yang sama.

Sama seperti halnya jika kita menyadari kebaikan Tuhan yang senantiasa mengampuni kita, maka kita akan benar-benar berubah. Begitupula dengan orang yang jahat kepada kita. Well, saya mengatakan ini bukan karena saya lebih kudus, tetapi sekedar berbagi. God Bless
 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009