Rabu, September 02, 2009

Heroes/Villains



Judul diatas sbenernya adalah judul dari serial saga Heroes season ke 3, dimana tema season itu adalah Villains. Yang paling menarik dari season 3 volume 3 ini [Villains] adalah sosok Sylar atau Gabriel Gray.

Diawal seri ini dijelaskan bahwa Sylar adalah sosok pembunuh berantai, yang mencari sosok dengan kemampuan spesial [well, seri heroes memang menceritakan tentang para sosok special itu], membunuhnya dan mengambil kemampuan special yang dimiliki orang yang dibunuhnya. Namun saat ia diberitahu bahwa ia adalah anak kandung dari keluarga Petrelli [protagonis utama seri tersebut], dan bahwa ia tidaklah jahat hanya salah ditangani, Sylar perlahan menunjukan perubahan sikap. Ia menyakini bahwa, ia bisa berubah menjadi baik. Namun tidak dengan orang-orang yang pernah berurusan dengannya. Noah Bennet [salah satu tokoh di seri itu] tidak ingin memberikan kesempatan kepada Sylar untuk berubah menjadi baik, bahkan pada akhirnya ia menunjukan kepada Sylar, bahwa sebenarnya ia [Sylar] hanya di gunakan oleh keluarga Petrelli, dan bahwa mereka bukanlah orang tua kandungnya. Singkat cerita, Sylar pada akhirnya memutuskan bahwa menjadi jahat adalah yang terbaik untuk dirinya.

Dari seri itu kita bisa mempelajari sesuatu. Bahwa seringkali, kita lebih suka tidak memberikan kesempatan kepada orang untuk berubah, atau menebus kesalahannya. Kita lebih suka menganggap mereka sebagai si Jahat, no matter how hard they tried to change. En sikap seperti itulah yang membuat orang-orang seperti Sylar kembali berbuat jahat, karena perbuatan baik mereka tidak di anggap baik.

Dikisahkan dalam seri tersebut, bahwa dimasa depan [alternate future] Sylar menjadi the good guy, tetapi kenyataannya, masa depan tersebut tidak menjadi kenyataan. Karena Sylar kembali menjadi jahat. Alkitab mengajarkan kita untuk mengampuni. Kita juga perlu memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berubah, terutama dengan hati yang tulus. Why? simple aja, karena Kristus juga memberikan kesempatan yang sama kepada kita untuk berubah, meskipun kita kerap mengulangi kesalahan yang sama.

Sama seperti halnya jika kita menyadari kebaikan Tuhan yang senantiasa mengampuni kita, maka kita akan benar-benar berubah. Begitupula dengan orang yang jahat kepada kita. Well, saya mengatakan ini bukan karena saya lebih kudus, tetapi sekedar berbagi. God Bless

0 komentar:

Posting Komentar

 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009