Rabu, Februari 20, 2013

0komentar

Just another project by Scatto! Photography & Design (me and my wife)

Rabu, Oktober 24, 2012

0komentar

Rich is not everything



"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Luk 12:15

Simplenya nih ayat mau bilang, biar kata kita kaya, kalo dah waktunya kembali ke rumah Bapa, kekayaan itu tidak bisa membeli tambahan waktu atau memperpanjang hidup kita.

Secara rumit, saya merasa ayat ini berbicara mengenai ajakan agar hidup kita janganlah terlalu fokus mengejar kekayaan. Apalagi sampai menghalalkan segala cara. Jadi kaya boleh, itu nggak salah, tetapi kalo nggak kayapun bukan sesuatu yang salah.

Bicara tentang kekayaan, suka nggak suka kita bisa melihat beberapa hal tentang kekayaan :

1. Sifatnya tidak abadi.
sama seperti semua yang ada di dunia ini, kekayaanpun tidaklah bersifat abadi. Kekayaan kita, bisa kita nikmati paling lama selama kita hidup, pas mati yah, nggak mungkin dibawa kan? Kenapa paling lama? Karena tidak sedikit yang dimasa hidupnya mengalami penurunan secara ekonomi. Tadinya keluarga berada, tiba tiba berada satu strip di atas garis kemiskinan, misalnya. Ga sedikit juga yang tadinya, minus one (satu strip dibawah) tiba-tiba jadi kaya raya. So kalo kaya jangan sombong, kalo nggak kaya jangan minder. Ujung-ujungnya sama kok, sama-sama ga bawa apa-apa pas pulang. Paling nggak, kalo kayakan, anak cucunya nggak akan meminta-minta (mungkin begitu pikir kita), well, semua balik ke alkitab. Anak cucu orang benar tidak akan meminta-minta. Walaupun kita tidak kaya, asalkan hidup kita benar di mata Tuhan, nggak usah khawatir akan anak cucu kita, janji Tuhan ya dan amin.

2. Kekayaan bukan sumber kebahagiaan.
Banyak orang rancu disini. Money can not buy happiness, it can buy pleasure, but pleasure is not happiness, because pleasure lead to pain, while happiness lead to peace. Banyak orang berpikir jadi orang kaya itu bahagia, padahal belum tentu. Mereka mungkin punya segala-galanya, bahkan melebihi orang biasa, namun di sertai dengan stress yang luar biasa pula. Kebahagiaan kita, percaya atau tidak, tidaklah bergantung pada seberapa kaya kita.

3. Kekayaan kita tidak akan menyelamatkan kita.
Sederhananya dengan kekayaan yang kita miliki, apakah bisa kita membeli umur panjang? Apakah kekayaan kita mampu membuat kita hidup abadi? Yang paling penting lagi apakah kekayaan kita bisa menebus dosa kita? Saat kita kembali ke rumah Bapa, pertanyaan yang Bapa ajukan bukan seberapa kaya kita? Melainkan apa saja yang telah kita perbuat melalui kekayaan kita untuk memuliakan namaNya? Jangan sampai kita kaya raya, namun nggak ada sesenpun yg kita gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan. Nope, bukan sekedar perpuluhan, tapi benar2 secara keseluruhan, apakah kekayaan kita digunakan untuk memuliakan Tuhan? Semakin kaya kita, semakin besar tanggung jawab kita kepada Tuhan. Last but not least, it is Grace that save us, that redeem us from sins, also that make us rich, so kekayaan jelas tidak menyelamatkan.
0komentar

THE WEDDING


Saya berjanji kepada TUHAN untuk menyaksikan hal ini, well, I'm just too afraid or to shy you decided. Anyway, banyak banget yang bisa saya bagikan dari pernikahan saya dengan kekasih saya tercinta. Let's start from the very begining!

THE PRAYER FOR A PERFECT LOVE
 Semua berawal pada tahun 2000. Pada saat itu saya memiliki kerinduan untuk bisa pergi ke gereja bareng pacar. Maka, sayapun mulai berdoa kepada TUHAN, agar kiranya TUHAN mau memberikan kepada saya pasangan yang tidak hanya seiman, tapi juga satu gereja, bisa bawa saya lebih dekat dengan TUHAN, baik, menerima saya apa adanya, dan cantik. That last word need to be added. I've got a friend that forget to add that and "boom", he got all the list, but the girl is ain't pretty ha! well, hope he find a better one though.....
 Doa ini tidak langsung dijawab, melainkan di proses dulu oleh TUHAN sampai waktuNya tiba. Note this, saat TUHAN tidak langsung menjawab, bukan berarti TUHAN nggak punya jawaban, melainkan waktuNya belum tepat.
 She was 12 at the time I pray, and me? I'm 19. Bayangin aja kalo waktu itu TUHAN langsung jawab....saya yakin kami berdua akan merasa aneh. So TUHAN menunda jawaban selama lima tahun agar kami berdua mencapai usia yang ideal. Setelah lima tahun berdoa dan tujuh tahun pacaran, saya bersyukur TUHAN benar-benar memberikan saya seorang pasangan yang sesuai dengan kriteria yang saya minta. Lesson to learn : Jawaban TUHAN tidak pernah terlambat dan selalu indah pada waktuNya serta jangan ragu untuk minta detail kepada TUHAN, He knows what we want, but He also wants us to be brave to ask HIM personally.

THE PROPOSAL and THE PREPS
 Sebenernya plan untuk married itu udah ada dari tahun 2011, cuma kendala dana yang jadi masalah. Honestly, I'm waiting myself to get rich before proposing her. I'm not saying she's material girl, or her mother, or her family are, on the contrary, they're all welcoming me well and didn't ask much. So it's just me. I'm counting myself too much, I forgot I have GOD. Apa daya setahun berlalu ternyata nggak kaya-kaya, begitu-begitu aja. Berkonsultasi sama (calon) kakak ipar, bahkan sama sahabat mengenai langkah apa yang harus saya ambil, and so, finally I made my move. I don't have hundred of millions of rupiah, just millions. by millions i mean not that much! As my proposal was accepted by my mother in law, langkah berikutnya adalah persiapan pernikahan.
Man it ain't easy! Nikah di Jakarta itu nggak murah, sebagai bahan komparasi, my niece's wedding worth about 200-400 millions rupiah, and like i said, i only have millions! So, for the very first time, I know what to do...I ain't counting on myself anymore, I came to my FATHER. I asked HIM, if HE allowed us to have a wedding reception along with holy Matrimony, please help us to raise the fund we needed, if HE want us only to have holy Matrimony, then please give us heart and understanding so we can also accept that.
TUHAN nggak langsung menjawab. Tetapi DIA memberikan saya ketenangan hati. Dia membantu saya menemukan kepingan-kepingan puzzle yang saya butuhkan untuk menjadikan acara resepsi saya bisa terlaksana.
Biaya apa sih yang paling besar dalam acara perkawinan? sudah barang tentu katering! mungkin sekitar 60 persen dari total biaya adalah katering. Katering ini juga adalah kunci, untuk bikin acara sukses ato flop. Kuantitas dan kualitas makanan harus bagus, kalo nggak pasti jadi bahan omongan (well, sad but facts). Dari sinilah saya tahu TUHAN menyetujui langkah kami untuk bikin acara resepsi. DIA membawa kami bukan hanya kepada pihak Katering dengan harga terjangkau melainkan juga yang memiliki paket menarik. (if you guys, wanna have an affordable wedding, please search for Perfect katering!).
Katering done! Next, building. Our first choice, Gedung Menza, at first keliatannya oke, but saat kita datang, not OK! Diluar dugaan, kami ternyata bisa menggunakan gedung Joang untuk acara pernikahan kami. Bukan cuma pelatarannya aja loh, but the whole building! 


Ok, next question tentunya apakah dana yang kami miliki cukup?
Well, we needs help. On Paper kita bisa handle biaya pemberkatan tetapi untuk resepsi, that's different story. My first choice was my brother, he's rich enough. But problem is, he just held a wedding of his daugther few months prior, meaning financially he's out of shape.

He agreed to help, but a lil bit short than what we needed (even far as the budget increased). So I just said to GOD and to myself, if that is what GOD wants my brother to gave me, so I believe HE will add more from another source! and He did!

We got support from a couple other people. From my niece Audra who happened to have experience in Organizing a wedding, my other niece, Pammy who willingly to be our MC, Om Hendra K, who give us free design printing for our Invitation and gifts, Ria and the band with the music, ka Lia (Chika's sister), Om Sanny, Yeshudas, and many more that we can not mention it one by one but got great contribution to our wedding. Well, the preps went well, dan yang luar biasanya TUHAN tidak pernah terlambat, Ia menyediakan semuanya tepat pada waktuNya. Tidak kecepetan, ataupun terlambat!

there is funny story regarding the weather. Karena kita pake konsep outdoor, maka hal pertama yang perlu diwaspadai adalah hujan. Banyak yang menyarankan kepada kita pake pawang hujan, but we believe GOD is mighty, HE CAN STOP THE RAIN! so kamipun memutuskan tidak memakai pawang hujan. Dan kami tidak salah mengandalkan TUHAN, hari H tidak hujan. Betul kami pakai tenda,tapi justru tenda itu bikin tempatnya jadi lebih indah (and I believe it was part of HIS plan).

THE WEDDING
And finally the D-Day! Rasa khawatir masih ada. Meskipun semua sudah terpenuhi. Bagaimana kalau makanannya tidak cukup? Kami memiliki keyakinan jika TUHAN mampu mengubah air menjadi anggur, agar tuan rumah pesta kawin di Kana tidak dipermalukan, dan TUHAN yang sama mampu memberi makan 5000 orang hanya dengan roti dan ikan, maka TUHAN yang sama akan membuat makanan yang ada berlimpah-limpah sehingga tidak ada yang pulang dengan perut kosong.
Guess what? He did just like that. Pesta kami cukup meriah, makanan cukup berlimpah, bahkan sampai dibawa pulang dan bisa buat makan sampai dua minggu!

anyway, speaking of wedding, pertanyaan berikutnya adalah setelah nikah tinggal dimana? sekali lagi saya mengandalkan TUHAN dan TUHAN tidak mengecewakan! Dia memberi kami tempat tinggal yang layak, bersih, dan nyaman, deket dengan kantor istri saya, tepat pada waktunya. Ketika saya menelpon yang punya rumah, beliau berkata, bahwa rumah akan kosong pada tanggal 23 september 2012! Betul itu seminggu setelah pernikahan, but bukan masalah, karena setelah menikahpun kami sempat ke bali selama beberapa hari, dan baru kembali beraktivitas pada tanggal 24 september 2012, sekali lagi TUHAN tidak pernah terlambat!

LAST BUT NOT LEAST
I never imagined that my wedding will be attended by Ministers, Indonesia's President Candidate, Indonesian Idol contestant and much more, but look how God is so good. I am nothing, yet He throw a very great wedding party for me and my wife. And if u wanna know how much it costs? well, let say me personally only spend what i have and not in debt. we probably only spent 1/8 or lesser than from my niece's 200-400 millions wedding (why using my niece's? coz she married 6 months earlier than us, and i kinda know the numbers). Kiranya nama TUHAN di permuliakan melalui post ini.  
with Menteri Pertahanan RI



with President Candidate, Mr. Aburizal Bakrie

Glenn "Idol" Waas
Monita "Idol"
with dr. Boyke......naaah just kidding, this is my cousin, Pole, dr. Boyke KW

0komentar

fully Rely on God 2


Hanging on a tree
Bergantung pada Tuhan...hmmm...ada seorang hamba Tuhan kasih ilustrasi seperti ini. Bergantung pada Tuhan itu tidak seperti bergantung di bus kota, dimana kita bergantung tetapi kaki kita masih menyentuh tanah. Bergantung pada Tuhan itu seperti bergantung pada sebuah pohon diatas bukit terjal. Bergantung di situ karena itulah satu-satunya kesempatan atau peluang atau harapan untuk hidup berada.

Simplenya bergantung pada Tuhan berarti menyerahkan hidup kita keseluruhan kepada Tuhan, mempercayai kehidupan kita pada Tuhan.

Simple sebagai teori, sulit untuk di aplikasikan. Berapa orang yang rela melakukan apa saja demi sebuah pekerjaan atau jabatan? Melupakan kasih dalam perjalanannya didalam pekerjaan atau mengejar jabatan. Why? Karena kita berpikir, bahwa pekerjaan tersebut atau jabatan tersebut akan menjamin hidup kita bahagia. Bahagia tidak sama dengan punya banyak uang loh...atau mungkin rela "menyikut" teman agar bisa bertahan disebuah perusahaan dengan dalih sebagai sumber penghasilan. Kita kadang sangat bergantung pada mata pencarian kita dibanding kepada Tuhan. Kita melupakan bahwa segala sesuatunya adalah anugerah. A gift. We don't have the right to earn it, but yet it was given to us by His love and grace.

Kita juga melupakan bahwa sumber segala sumber adalah Tuhan. Pekerjaan yang kita punya saat ini, apakah itu karena kehebatan kita? Nope...karena kasih karunia Tuhanlah kita bisa ada di situ. Pernah lihat anak kecil yang memegang mainan? Apakah mainan itu adalah hasil usahanya sendiri? Pasti orang tuanya yang bekerja dan membelikannya mainan. Tetapi ia menganggap mainan itu adalah miliknya. Seringkali kita umat kristen kaya anak kecil tersebut, mengklaim pemberian Bapa disurga sebagai usaha kita sendiri.

Pekerjaan, usaha, rumah dan sebagainya adalah pemberian Tuhan. Pinjaman dari Tuhan. Yang sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh Tuhan, baik karena ada yang lebih bagus untuk kita atau karena kita tidak layak mendapatkannya.

Bergantung pada Tuhan adalah suatu keharusan. Bukan hanya di saat kita sudah mentok, tetapi setiap saat. Bergantung pada Tuhan berarti juga mempercayai penuh segala sesuatu yang terjadi memiliki rencana Tuhan yang indah untuk kita dibalik semua itu.

Kita tidak pernah tahu, tahun depan seperti apa? Tahun berikutnya seperti apa? Kita bahkan nggak pernah tahu besok seperti apa? Bergantunglah kepada satu-satunya pribadi yang mengetahui semuanya.
 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009