Rabu, Oktober 24, 2012
Rich is not everything
"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Luk 12:15
Simplenya nih ayat mau bilang, biar kata kita kaya, kalo dah waktunya kembali ke rumah Bapa, kekayaan itu tidak bisa membeli tambahan waktu atau memperpanjang hidup kita.
Secara rumit, saya merasa ayat ini berbicara mengenai ajakan agar hidup kita janganlah terlalu fokus mengejar kekayaan. Apalagi sampai menghalalkan segala cara. Jadi kaya boleh, itu nggak salah, tetapi kalo nggak kayapun bukan sesuatu yang salah.
Bicara tentang kekayaan, suka nggak suka kita bisa melihat beberapa hal tentang kekayaan :
1. Sifatnya tidak abadi.
sama seperti semua yang ada di dunia ini, kekayaanpun tidaklah bersifat abadi. Kekayaan kita, bisa kita nikmati paling lama selama kita hidup, pas mati yah, nggak mungkin dibawa kan? Kenapa paling lama? Karena tidak sedikit yang dimasa hidupnya mengalami penurunan secara ekonomi. Tadinya keluarga berada, tiba tiba berada satu strip di atas garis kemiskinan, misalnya. Ga sedikit juga yang tadinya, minus one (satu strip dibawah) tiba-tiba jadi kaya raya. So kalo kaya jangan sombong, kalo nggak kaya jangan minder. Ujung-ujungnya sama kok, sama-sama ga bawa apa-apa pas pulang. Paling nggak, kalo kayakan, anak cucunya nggak akan meminta-minta (mungkin begitu pikir kita), well, semua balik ke alkitab. Anak cucu orang benar tidak akan meminta-minta. Walaupun kita tidak kaya, asalkan hidup kita benar di mata Tuhan, nggak usah khawatir akan anak cucu kita, janji Tuhan ya dan amin.
2. Kekayaan bukan sumber kebahagiaan.
Banyak orang rancu disini. Money can not buy happiness, it can buy pleasure, but pleasure is not happiness, because pleasure lead to pain, while happiness lead to peace. Banyak orang berpikir jadi orang kaya itu bahagia, padahal belum tentu. Mereka mungkin punya segala-galanya, bahkan melebihi orang biasa, namun di sertai dengan stress yang luar biasa pula. Kebahagiaan kita, percaya atau tidak, tidaklah bergantung pada seberapa kaya kita.
3. Kekayaan kita tidak akan menyelamatkan kita.
Sederhananya dengan kekayaan yang kita miliki, apakah bisa kita membeli umur panjang? Apakah kekayaan kita mampu membuat kita hidup abadi? Yang paling penting lagi apakah kekayaan kita bisa menebus dosa kita? Saat kita kembali ke rumah Bapa, pertanyaan yang Bapa ajukan bukan seberapa kaya kita? Melainkan apa saja yang telah kita perbuat melalui kekayaan kita untuk memuliakan namaNya? Jangan sampai kita kaya raya, namun nggak ada sesenpun yg kita gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan. Nope, bukan sekedar perpuluhan, tapi benar2 secara keseluruhan, apakah kekayaan kita digunakan untuk memuliakan Tuhan? Semakin kaya kita, semakin besar tanggung jawab kita kepada Tuhan. Last but not least, it is Grace that save us, that redeem us from sins, also that make us rich, so kekayaan jelas tidak menyelamatkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar