Minggu, Mei 02, 2010

3 G + 1


Pada hari minggu, tanggal 2 Mei kemarin, Pdt. Ronny Mandang, berkhotbah di Yeshudas Ministry. Beliau berkhotbah dengan Tema yang cukup unik yaitu 3-G. Dimana 3-G itu terdiri dari Getsemani, Gabata, dan Golgota. Izinkan saya untuk mengulas kembali tentang khotbah pak Ronny kemarin dengan keterbatasan saya.


1. Getsemani.
Apa yang dapat kita pelajari dari Getsemani? Seperti kita ketahui, bahwa dalam alkitab, Getsemani atau taman Getsemani adalah tempat TUHAN Yesus berdoa,sebelum Ia di tangkap dan dihakimi. Di Getsemani, TUHAN Yesus berdoa sampai keringat darah, en sampai TUHAN Yesus memohon "Jikalau boleh cawan ini berlalu dari padaKu" namun Ia juga berkata "Tetapi bukan kehendakKulah yang jadi melainkan KehendakMulah yang jadi". TUHAN Yesus memilih untuk mengikuti kehendak Bapa dibanding memaksakan kehendakNya sendiri. So GEtsemani mengajarkan kita untuk mau menerima kehendak Bapa apapun itu bentuknya.


2. Gabata atau tempat Pilatus menghakimi orang.
Apa yang bisa kita pelajari dari Gabata. As we all know, saat Yesus dihadapan Pilatus, Ia direndahkan sedemikian rupa, menjadi sangat hina. Coba bayangkan jika seorang pendeta terkenal, yang selama ini kita anggap sebagai panutan, tiba-tba ditangkap polisi, pasti kita akan sangat kecewa. Bayangkan aja TUHAN Yesus di adili di Gabata, di depan orang banyak, dinyatakan bersalah meskipun kenyataannya tidak bersalah. Melalui Gabata kita belajar untuk berani menerima situasi dimana kita direndahkan bahkan mungkin di anggap enteng.

3. Golgota
Apa yang dapat kita pelajari dari Golgota? Di Golgota Ia menyerahkan nyawaNya. Untuk siapa? Untuk Kemuliaan DiriNya kah? Untuk umat manusiakah? jawabannya adalah untuk DIA yang telah mengutusKU. TUHAN Yesus rela mati dikayu salib, di caci maki, dihina, di siksa, bukan hanya untuk manusia, tetapi IA mlakukannya untuk DIA (Allah) yang mengutusNya. Apa yang bisa kita pelajari dari Golgota? Bahwa Yesus rela mati di kayu Salib untuk ALLAH kita.

Berani menerima kehendak Bapa, apapun itu, berani menerima keadaan yang kurang menguntungkan kita, dan berani melakukan semua hal hanya untuk TUHAN, adalah 3 hal yang perlu kita pelajari untuk menjadi Kristen yang sejati.

Jikalau boleh saya menambahkan G ke empat, tanpa bermaksud mengurangi makna khotbah Pak Pendeta Ronny Mandang. Maka saya akan menambahkan kata Galilea di antara Getsemani, dan Gabata.

Galilea atau Danau Galilea. Di tempat ini TUHAN Yesus meredakan angin ribut. What we can learn from Galilea? Kalo kita telusuri kisah ini, maka kita akan menemukan bahwa meskipun TUHAN beserta kita bukan berarti tidak ada badai dalam kehidupan kita. However, sekeras apapun badai menerpa hidup kita, dengan adanya TUHAN beserta kita, maka dipastikan kita tidak akan tenggelam. So Lesson from the fourth G is, with GOD we can survive even in the most scariest storm ever. God Bless

1 komentar:

Anonim mengatakan...

It's better to write also the Bible verses that mention about the 4 G.. Thank you.. God bless you richly..

Posting Komentar

 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009