Pada suatu waktu seorang kawan pernah berkata kepada saya, "Bro, menurut
gw, Lembah Kekelaman itu bukan saat kita lagi terpuruk jatuh, tapi
justru saat kita sedang berjaya".
Hmmm...aneh bukan? Biasanya jika kita membayangkan lembah kekelaman itu
pasti suatu keadaan menakutkan, keadaan dimana kita sedang dalam bahaya
maut, pokoknya situasi yang jauh dari kesan senang atau nyaman. Maka
kata-kata teman saya itu menjadi sesuatu yang tidak masuk akal.
Bagaimana bisa keadaan berjaya, kita sedang berada dalam kemewahan, ga
kekurangan apapun juga justru disitu kita berada dalam lembah kekelaman?
How come? Apa alasannya?
Pada saat saya membaca alkitab, saya menemukan sesuatu hal yang menarik.
Pada Kitab Ulangan 6 :1-15, disitu Tuhan mengingatkan kepada Israel
untuk tetap setia kepada Tuhan, mengingatkan umat Israel untuk hanya
taat kepada satu Allah, yaitu Allah Israel yang membawa mereka keluar
dari tanah mesir. Uniknya hal ini di ingatkan Tuhan, justru bukan di
saat Israel akan menghadapi penindasan atau masa sukar, tetapi justru di
saat Israel akan memasuki tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
Why? Karena Allah tentunya tahu, betapa besarnya godaan untuk
meninggalkan atau melupakan Allah saat kita sedang berada di zona
nyaman.
Nggak percaya? Kita jujur-jujuran aja, di waktu mana kita lebih sering
berdoa? Di saat kita sedang di rundung masalah atau saat kita sedang
berlimpah-limpah susu dan madunya? Banyak dari kita, tidak semua, tapi
banyak dari kita yang datang kepada Tuhan saat kita sedang membutuhkan
Dia didalam kehidupan kita, butuh pertolongan Dia untuk mengatasi
masalah Kita. Sedangkan saat hidup kita nyaman? Boro-boro inget berdoa,
datang ibadah hari minggu aja tanpa terlambat udah syukur.
Kita tentu tahu, Tuhan adalah terang. Dan kita tahu bahwa kelam itu
gelap. Kalo terangnya jauh atau tidak ada maka otomatis situasi menjadi
gelap. Maka dalam hal ini benarlah kata temen saya itu, lembah kekelaman
terjadi justru saat kita sedang dalam kondisi senang. Karena dalam
kondisi tersebut sangat mudah buat kita mengabaikan Tuhan. Lupa berdoa
dan baca alkitab, lebih suka weekend di luar kota dripada gereja, malas
pelayanan karena merasa nggak level lagi melayani di gereja sebagai LCD
(saya melayani sebagai Multimedia/LCD, jadi biar fair saya pakai
pelayanan ini sbg level terendah). Dan seterusnya silahkan tambah
sendiri alasan yang mungkin muncul dikepala anda.
Penting untuk kita untuk selalu mengingat kasih setiaNya kepada kita
terutama disaat kita senang agar jangan kita tersesat kedalam lembah
kekelaman. Jadi kaya itu bukannya nggak boleh, tapi jangan jadikan
kekayaan sebagai sarana atau kendaraan kita menuju lembah kekelaman.
Trust me, nggak enak hidup jauh dari Tuhan.God bless!
Rabu, Oktober 24, 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar