Rabu, Oktober 24, 2012

The Valley of Shadow and Death


Pada suatu waktu seorang kawan pernah berkata kepada saya, "Bro, menurut gw, Lembah Kekelaman itu bukan saat kita lagi terpuruk jatuh, tapi justru saat kita sedang berjaya".

Hmmm...aneh bukan? Biasanya jika kita membayangkan lembah kekelaman itu pasti suatu keadaan menakutkan, keadaan dimana kita sedang dalam bahaya maut, pokoknya situasi yang jauh dari kesan senang atau nyaman. Maka kata-kata teman saya itu menjadi sesuatu yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa keadaan berjaya, kita sedang berada dalam kemewahan, ga kekurangan apapun juga justru disitu kita berada dalam lembah kekelaman? How come? Apa alasannya?

Pada saat saya membaca alkitab, saya menemukan sesuatu hal yang menarik. Pada Kitab Ulangan 6 :1-15, disitu Tuhan mengingatkan kepada Israel untuk tetap setia kepada Tuhan, mengingatkan umat Israel untuk hanya taat kepada satu Allah, yaitu Allah Israel yang membawa mereka keluar dari tanah mesir. Uniknya hal ini di ingatkan Tuhan, justru bukan di saat Israel akan menghadapi penindasan atau masa sukar, tetapi justru di saat Israel akan memasuki tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Why? Karena Allah tentunya tahu, betapa besarnya godaan untuk meninggalkan atau melupakan Allah saat kita sedang berada di zona nyaman.

Nggak percaya? Kita jujur-jujuran aja, di waktu mana kita lebih sering berdoa? Di saat kita sedang di rundung masalah atau saat kita sedang berlimpah-limpah susu dan madunya? Banyak dari kita, tidak semua, tapi banyak dari kita yang datang kepada Tuhan saat kita sedang membutuhkan Dia didalam kehidupan kita, butuh pertolongan Dia untuk mengatasi masalah Kita. Sedangkan saat hidup kita nyaman? Boro-boro inget berdoa, datang ibadah hari minggu aja tanpa terlambat udah syukur.

Kita tentu tahu, Tuhan adalah terang. Dan kita tahu bahwa kelam itu gelap. Kalo terangnya jauh atau tidak ada maka otomatis situasi menjadi gelap. Maka dalam hal ini benarlah kata temen saya itu, lembah kekelaman terjadi justru saat kita sedang dalam kondisi senang. Karena dalam kondisi tersebut sangat mudah buat kita mengabaikan Tuhan. Lupa berdoa dan baca alkitab, lebih suka weekend di luar kota dripada gereja, malas pelayanan karena merasa nggak level lagi melayani di gereja sebagai LCD (saya melayani sebagai Multimedia/LCD, jadi biar fair saya pakai pelayanan ini sbg level terendah). Dan seterusnya silahkan tambah sendiri alasan yang mungkin muncul dikepala anda.

Penting untuk kita untuk selalu mengingat kasih setiaNya kepada kita terutama disaat kita senang agar jangan kita tersesat kedalam lembah kekelaman. Jadi kaya itu bukannya nggak boleh, tapi jangan jadikan kekayaan sebagai sarana atau kendaraan kita menuju lembah kekelaman. Trust me, nggak enak hidup jauh dari Tuhan.God bless!

0 komentar:

Posting Komentar

 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009