
"wah, nggak dulu deh man, gw ga siap buat pelayanan" ato "Wah, gw ga punya talent untuk pelayanan". dua kalimat diatas adalah kalimat yang paling sering diucapin ama kita-kita, saat ditawarin untuk pelayanan. Bahkan ga sedikit yang menganggap Pelayanan itu hanya buat orang-orang yang kadar rohaninya di atas 70% (since nobody can reach 100%), so buat kita yang masih di kisaran 40 - 69% menganggap diri kita belum layak, en milih nunggu ampe kadar kita 71%. question is when...?
Sebenernya melayani itu pada dasarnya adalah 2 hal aja, mau atau tidak mau. en ga boleh mau tidak mau. we have to choose whether we want to do it or not!. Kalo kita inget Simon Petrus, ia adalah penjala Ikan, so definately, he didn't have knowledge about bible or theological principle. and pas Tuhan Yesus, nanya "Maukah engkau menjadi Penjala Manusia?" Petrus berkata mau. en the rest is history, we all know how great St. Peter was. Or Paulus, dia mungkin rasul yang terburuk masa lalunya, coz of what? dia turut serta dalam menganiaya para rasul, dia bahkan hadir pada saat Stefanus dilempari batu. But God chose him untuk menyampaikan injil, en he agreed,the result is...he wrote 13 books in new testimony, bahkan kalo ga salah dia nulis lebih banyak dibanding Musa.
so the point is ga ada yang namanya pelayanan itu mebutuhkan tingkat kerohanian yang tinggi, ato pengetahuan biblikal yang yahud. Karena kalo Tuhan Yesus membutuhkan orang seperti itu, maka orang farisilah yang akan dipilih Kristus. Fakta berbicara, orang Farisi yang menghakimi Yesus, bahkan meminta agar Tuhan Yesus disalibkan. Orang Farisi, paham akan isi alkitab (at least perjanjian lama en taurat) en we all know, Yesaya sudah menubuatkan tentang Kristus jauh-jauh hari. ga cuma Yesaya banyak Kitab yang menubuatkan tentang Kristus. SO seharusnya kawan-kawan kita yang rohani ini sudah tau siapa Kristus itu saat Ia datang, but the fact is they didn't know.
Petrus bisa aja nolak saat ditawarin Tuhan buat jadi penjala manusia, but he did accept that offer en he become one of the most powerful preacher. So jelaskan, bahwa Tuhan bisa make siapa aja yang di kehendakiNya, yang kita perlukan cuma bilang "Iya Bapa, hambaMu ini siap melayani-Mu".
Saat kita bilang iya ke Tuhan, maka Tuhanlah yang akan mengubah kita mencapai tingkat kerohanian yang cukup buat qualified jadi pelayan Tuhan. Jadi jangan nunggu ampe kita siap, karena kita ga akan pernah siap. En if you are unsure about what are we capable of, just let it flow. Istilahnya gini, Tuhan kalo dah netapin orang jadi alatnya, maka orang itu akan diperlengkapi ama segala sesuatu yang dibutuhkan orang itu. En perlengkapan itupun kadang udah ada di kita sejak dulu en sesuatu yang emang kita kuasai. Contoh, saat Daud dipilih Tuhan untuk ngelawan Goliath, dia hanya diperlengkapi ama senjatanya sehari-hari, Ketapel! Tuhan ga ngasih Daud, senapan mesin, ato peluru emas, ato apalah. Tetapi Tuhan dah mempersiapkan Daud sejak dahulu kala dengan ketapel, so when he fought this giant, he knew well how to use the sling and killed the Giant. Coba kalo Daud dikasih senapan Mesin ama Tuhan, belum tentu dia bisa langusung gunain kan…? Intinya gini, mungkin kita ngerasa ga punya “senjata” untuk melakukan pekerjaan Tuhan, tetapi sebenernya “senjata” itu sudah ada dalam diri kita sejak dulu, yang kita perlukan adalah berdoa supaya kita bisa memahami, “senjata” apa yang kita miliki.
That’s why kita ga boleh ngerasa minder ama apa yang kita punya, kita mungkin ga gape nyanyi buat jadi singer, or ga bisa maen alat music buat jadi pemusik, ato pengetahuan theologika yang cukup buat berkhotbah, yah udah persembahkan apa yang loe bisa. Operator OHP misalnya, ato bantuin gereja nyiapin ruangan untuk ibadah, en sebagainya. Intinya adalah kemauan. Ada pepatah bilang “dimana ada kemauan pasti ada jalan”. Begitu juga ama pelayanan man, yang penting kita mau dulu. En yang juga perlu diperhatiin adalah kesetiaan kita dalam melayani. Ada firman Tuhan berkata setialah dalam perkara yang kecil, maka yang besar akan ditambahkan kepada kita.
So the next time anybody ask you to join the service in church, answer it with yes. En kalo ada orang yang ngeraguin loe mampu apa ga? Anggap aja angin lalu. Pelayanan kita ga bisa di ukur dari seberapa rohani kita, tetapi dari kemauan kita untuk memberikan yang terbaik buat Tuhan. Just give the best for Jesus, and anything else ain’t matter. Trus kalo kerohanian gw dipertanyakan gimana? kalo kita berkecimpung dalam dunia pelayanan, maka dengan sendirinya kita bakal bisa mencapai tingkat kerohanian yang diperlukan, asalkan kita berserah penuh kepada Tuhan, dan meminta kepadaNya agar kita dibentuk oleh Tuhan. so Don’t wait, Just Do it.
Remember this, Jesus gave His life, crucified and Sacrificed Himself to save our soul, and do it all in no return. Kita ga mungkin bisa ngebales kebaikan Tuhan dengan cara yang sama, so what we can do is, serve Him as we still have a chance. Last but not least, ini yang paling penting, selalu berdoa ama Tuhan, minta agar kita disiapkan untuk menjalankan tugas pelayanan kita, agar apa yang kita lakukan berkenan kepadaNya.
Kita perlu menjaga hati kita agar layak untuk melayani, but let God do the changes, not yourself. Coz if you try to change by yourself[maksudnya tanpa bimbingan Tuhan], the result is Hypocrisy and temporary. Selamat Melayani

0 komentar:
Posting Komentar