Senin, Juli 13, 2009

Sign of Faith



Disebuah desa terjadi kekeringan yang luar biasa. Tanah menjadi keras dan retak-retak. Menjelang masa panen, seorang pendeta disebuah gereja melihat bahwa mereka perlu berkumpul dan berdoa bersama-sama agar Tuhan menurunkan hujan, sehingga mereka bisa panen.

Pendetapun mengumpulkan orang-orang didesa, dan berkata 'Marilah kita semua berkumpul di tempat ini nanti sore, pada pukul 15.00 untuk bersama-sama berdoa agar kiranya Tuhan berkenan menurunkan hujan bagi kita".

Meresponi perkataan pendeta, maka pada jam yang sudah ditentukan berkumpullah masyarakat desa tersebut dihalaman gereja. Dan merekapun mulai berdoa kepada Tuhan. Selang beberapa lama, langit mulai mendung dan hujanpun mulai turun. Pendeta dan seluruh masyarakatpun bersuka cita dan bersyukur kepada Tuhan atas jawaban-Nya.

Seraya bersukacita bersama dengan masyarakat desa, pendeta memperhatikan bahwa, mereka datang ke gereja dengan membawa berbagai benda yang penting untuk mereka. Ada yang membawa salib, rosario, bahkan Alkitab untuk menemani mereka berdoa kepada Tuhan. Dari semua orang itu, pendeta tertegun melihat seorang anak kecil. Dia tidak membawa Alkitab,rosario ataupun salib. Tetapi ia membawa sesuatu yang merupakan bukti imannya. Dia membawa sebuah payung.

Seringkali kita berdoa namun tidak mengimani doa kita. Kita tidak menyiapkan diri untuk menerima jawaban doa kita. Anak kecil tadi percaya doanya akan dijawab Tuhan, sehingga meskipun saat itu kekeringan melanda desa mereka, ia tetap membawa payung.Karena ia percaya hari itu juga akan turun hujan.

GBU
(berdasarkan kisah di buku Chicken Soup for a Christian Soul)

0 komentar:

Posting Komentar

 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009