Rabu, Juli 15, 2009

Learning from Po



Siapa yang ga tau tentang Kungfu Panda? Film animasi yang di bintangi oleh Jack Black ini cukup popular sekitar setahun lalu. Kisah tentang seekor Panda yang ingin menjadi ahli Kungfu, yang pada akhirnya dia bukan hanya menjadi ahli Kungfu tetapi bahkan menjadi the Dragon Warrior, mengalahkan idola-idolanya seperti Tigres, Mantis, de el el.

Po, dengan tubuh tambunnya dan hobi makannya, sempat di anggap mustahil menjadi sang Dragon Warrior oleh Master Shifu –guru dari Po. Bahkan Shifu sempat bertanya kepada Master Ooghay apakah ia yakin. Dalam kehidupan kita, kadang kita suka menganggap enteng orang lain berdasarkan penilaian luar kita saja. Karena dia badannya gendut, ga mungkin dia jago main gitar, misalnya. Guest what? I have a friend yang beratnya 110 kg, dan gendut, dan dia jago maen gitar. Atau dia terlalu pendek untuk bisa ngelakuin dunk [gerakan memasukan bola kedalam keranjang pada olah raga basket]. Faktanya Nate Robinson yang bertinggi badan ‘hanya’ 170 cm [pendek untuk ukuran pemain basket] menjuarai slam dunk contest 2009 dengan melompati Dwight ‘Superman’ Howard [yang bertinggi badan 213 cm]. Lesson number one : Don’t judge the book by it’s cover. Tuhan menciptakan manusia dengan karunianya masing-masing, so don’t judge people coz we think the won’t able to do something. Karena meskipun dia tidak bisa melakukan sesuatu yang kita bisa, pasti dia bisa melakukan sesuatu yang kita tidak bisa.

Saat Po berhasil mengambil gulungan naga dan dia membukanya, ia sangat terkejut. Ga ada apa-apa didalam gulungan itu. It’s just an empty Scroll. Tapi pada akhirnya Po mampu menemukan jawaban dibalik itu. Sang Ayah berkata kepada Po tentang rahasia terbesar dari penjualan mie-nya, yaitu ‘the secret ingredients’ alias bumbu rahasia. Ia berkata bahwa bumbu rahasianya adalah tidak ada bumbu rahasia. Ia membuat mie-nya dengan percaya diri dan sepenuh hati, itulah rahasia sesungguhnya. Dia kemudian bertanya kepada Po, apa yang dilihatnya dalam gulungan itu. Karena gulungannya mengkilap, dia hanya melihat wajahnya sendiri. Sang ayah berkata bahwa bumbu rahasianya adalah ia [Po] harus yakin akan kemampuannya sendiri. Lesson number two: kadang kita ga pede sama kemampuan kita, dan itulah yang memblokir kita dari kemampuan kita yang sesungguhnya. Percaya pada kemampuan sendiri akan membuat kita mampu melebihi ekspetasi kita sendiri.

Ada quotes menarik di film itu :’Yesterday is history, tomorrow is mystery and today is a gift, that’s why it called present’. Final lesson : hargailah setiap hari yang kita miliki, karena itu adalah anugerah. Lupakan hari kemarin, karena itu tidak mungkin di ulang, jangan mencoba mencari tahu tentang masa depan karena itu adalah rahasia Tuhan, tetapi jalanilah hari ini dengan penuh ucapan syukur.

that's something that I took from the movie, God Bless All

0 komentar:

Posting Komentar

 

One Way Living Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2009